Posts Tagged “statistika”
Oleh Dr. Asep Saefudin DJ mengharapkan politik dalam arti konsep itu harus dikuasai dengan baik oleh mahasiswa. Contoh mahasiswa yang dianggap ideal dalam hal ini adalah Bung Hatta, katanya. Akan tetapi, kenyataannya mahasiswa ‘dianggap’ DJ sebagai manusia rapat umum dengan senjata megafon, bukan ‘man of analysis’. Sebenarnya, mahasiswa tahun 70an menurut anggapan saya, tidak se’megafon’ [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin OUTLIERS Di dalam The Tipping Point sekilas Galdwell menyebut ada tipe orang-orang yang luar biasa. Mereka tidur hanya sedikit, membaca koran/buku/jurnal lebih banyak, bekerja lebih giat, belajar lebih sering, pokoknya segala sesuatunya mereka lakukan dalam takaran ‘lebih’ daripada pada umumnya manusia. Jadilah mereka outliers. Orang itu bisa saja ilmuwan, pebisnis, seniman, [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Mohon maaf saya baru bisa muncul lagi sekarang setelah dua hari dalam status ‘off when roaming’. Terpaksa saya buat status itu karena diingatkan oleh teman saya yang pernah harus bayar sekitar Rp 2 juta ketika dia berada di luar wilayah roaming hapenya selama 3 hari. Dia adalah anggota millist di mana2 [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Mengapa bahasa Urdu, pak Andi di dalam tulisan ‘Tumbuh Kembang di Tiga Zaman’ itu hanya menduga bahwa kemungkinan hal itu karena banyak tentara pendudukan sekutu yang asal muasalnya dari brigade Punjabi dimana bahasa Urdu sebagai bahasa ibu. Alasan sebenarnya Beliau tidak tahu, dan itupun hanya berlangsung sangat sebentar. Pak Andi mengaku [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Ketika ada salah seorang anggota diskusi millist Alumni-IPB memberi komentar PBLS (20) “Mani detil pisan kang Asep”, saya menjadi malu. Saya tidak merasa tulisan itu sedetil kebiasaan Pak Andi. Untuk itu saya cepat-cepat buka buku “Pola Induksi Seorang Eksperimentalis“. Saya masih ingat waktu menyusun buku itu, Pak Andi meminta saya menyimpan [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Saya mengingatkan lagi bahasan tentang pencilan (outlier) Gladwell di dalam buku “Outliers” itu selalu berkonotasi positif. Dari bahasan penyebab pencilan (outliers) yang saya ulas pada PBLS (19), bila kita membaca tulisan Pak Andi berjudul ‘Tumbuh-Kembang di Tiga Zaman’, beliau adalah ‘outlier’ tipe campuran, genetik dan suatu pola. Bisa jadi, polanya bukan [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Sampai dengan akhir tahun 80an, the Oxford Dictionary belum mampu mendefinisikan apa makna ‘outliers’ itu. HP blackberry saja masih memberikan garis bawah terhadap kata outliers ini, pertanda bahwa bahasa itu belum dikenal. Pak Andi menerjemahkan outliers ke dalam Bahasa Indonesia menjadi pencilan, yakni suatu pengamatan statistik yang nilainya berbeda sekali dari [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Di akhir surat undangan masuk IPB tanpa testing itu, Pak Andi sebagai Ketua PPMB-IPB menulis: “Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih”. Statemen ini sangat menarik dan mencirikan betapa Beliau menghormati siapapun yang dikirim surat. Kebiasaan ini saya tiru ketika saya menjadi Ketua Umum HMI-Cabang Bogor 1979-1980, dan seterusnya bila saya [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Dengan style Pak Andi yang serba cepat, surat dikirim sekitar bulan Oktober 1975. Saat itu siswa-siswi SMA sedang menunggu pengumuman hasil ujian. Suatu penentuan waktu yang sangat genius. Mereka yang diterima IPB tanpa testing tentu pada ‘bungah sumringah’. Seuri sorangan (ketawa sendiri). Dan saat itu, karena jumlahnya cuman sedikit (300an), mereka [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Blink Pak Andi tentang penerimaan mahasiswa tanpa testing itu diimplemtasikannya pada tahun 1975, untuk merekrut mahasiswa tahun 1976. Waktu itu tahun akademik sama dengan tahun kalender biasa (Masehi), awal masuk sekolah adalah awal tahun. PPMB (Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru) awal tahun 75 sudah mulai rajin bongkar-bongkar rapor SMA peserta testing dan [...]
