Author Archives: Swastika
Oleh Dr. Asep Saefudin DJ mengharapkan politik dalam arti konsep itu harus dikuasai dengan baik oleh mahasiswa. Contoh mahasiswa yang dianggap ideal dalam hal ini adalah Bung Hatta, katanya. Akan tetapi, kenyataannya mahasiswa ‘dianggap’ DJ sebagai manusia rapat umum dengan senjata megafon, bukan ‘man of analysis’. Sebenarnya, mahasiswa tahun 70an menurut anggapan saya, tidak se’megafon’ [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Saya lanjutkan pemikiran NKK DJ yang diserang sebagai upaya pemerintah untuk mengurangi gerakan ‘moral’ kemahasiswaan itu. Sebenarnya NKK tidak menghalangi mahasiswa bereksperimen dalam organisasi ‘politik’ mahasiswa selama hal itu dilakukan dalam organisasi ekstra yang bersendikan ideologinya masing-masing. Organisasi mahasiswa tsb diharapkan jadi tempat latihan keintelektualan, kemandirian, dan kebebasan mahasiswa berpolitik praktis, [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Teman-teman aktifis mahasiswa di tahanan Pangdam Siliwangi itu menyimpulkan bahwa DJ (Daoed Joesef) diminta Presiden Suharto untuk meredam aksi mahasiswa yang sudah kelewat batas. Nama NKK, Normalisasi Kehidupan Kampus, hanyalah nama bagus untuk upaya pembungkaman gerakan mahasiswa. Umumnya mereka memandang NKK sebagai titik awal dunia kelam kehidupan kemahasiswaan. Walaupun saya agak [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Pada saat kuliah Pengantar ke Filsafat Sains di Program Doktor Manajemen Bisnis IPB tanggal 12/09/2009 materi yang dibahas adalah soal pola berpikir induktif dan deduktif. Saya berhipotesisa bahwa pola induksi orang-orang Indonesia sudah mulai rusak sejak dini, yakni sejak SD, bahkan sejak TK. Kita terlalu dipaksakan berpikir deduktif dengan menjejalkan teori-teori [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Mohon maaf saya harus off selama beberapa hari karena alasan2 teknis. Kini PBLS saya lanjutkan lagi. Untuk mengingatkan kembali, bahwa di dalam olah raga hoki di Kanada ada korelasi antara prestasi pemain dengan bulan kelahirannya. Mereka yang lahir di bulan-bulan awal tahun terlihat lebih berprestasi ketimbang mereka yang lahir di pertengahan [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin OUTLIERS Di dalam The Tipping Point sekilas Galdwell menyebut ada tipe orang-orang yang luar biasa. Mereka tidur hanya sedikit, membaca koran/buku/jurnal lebih banyak, bekerja lebih giat, belajar lebih sering, pokoknya segala sesuatunya mereka lakukan dalam takaran ‘lebih’ daripada pada umumnya manusia. Jadilah mereka outliers. Orang itu bisa saja ilmuwan, pebisnis, seniman, [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Mohon maaf saya baru bisa muncul lagi sekarang setelah dua hari dalam status ‘off when roaming’. Terpaksa saya buat status itu karena diingatkan oleh teman saya yang pernah harus bayar sekitar Rp 2 juta ketika dia berada di luar wilayah roaming hapenya selama 3 hari. Dia adalah anggota millist di mana2 [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Mengapa bahasa Urdu, pak Andi di dalam tulisan ‘Tumbuh Kembang di Tiga Zaman’ itu hanya menduga bahwa kemungkinan hal itu karena banyak tentara pendudukan sekutu yang asal muasalnya dari brigade Punjabi dimana bahasa Urdu sebagai bahasa ibu. Alasan sebenarnya Beliau tidak tahu, dan itupun hanya berlangsung sangat sebentar. Pak Andi mengaku [...]
Oleh Dr. Asep Saefudin Zaman pendudukan Jepang juga telah memberikan kontribusi terhadap pak Andi sebagai ‘outliers’, walaupun tidak sebanyak zaman Hindia Belanda. Pada zaman Jepang, bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar di Sekolah. Bahasa Jepang juga wajib untuk para siswa. Setiap Senin pagi siswa siswi mengibarkan bendera Jepang dan sumpah pelajar Jawa Baru. Di dalam buku [...]
