Premier Business Leadership Series (27)
By Swastika | September 15, 2009
Oleh Dr. Asep Saefudin
Team of Rivals

- Image via Wikipedia
Team of Rivals adalah buku sejarah Amerika tentang Abraham Lincoln. Buku itulah yang menginspirasi Barrack Obama ketika terpilih menjadi Presiden Amerika. Adalah wajar bila Obama memilih Hilary Clinton menjadi salah seorang mentri utama di Kabinetnya. Lincoln telah melakukan hal itu sekitar 150 tahun yang lalu.
Tradisi Amerika dalam memilih presidennya melalui gaya konvensi di partai memang sudah lama. Partai di sana menjaring calon Presiden melalui proses internal secara ketat, terbuka, walaupun terlihat saling menyerang. Banyak adu otak, tetapi tidak ada adu otot. Melalui proses itulah lalu akhirnya partai mengusung satu pasangan yang dijagokan. Para kandidat yang kalah, walaupun tentu kecewa, tetapi mereka menghormati keputusan demokrasi. Tentunya, hal ini bisa terjadi karena azas politik bersih dan jurdil (fairness) bukan sekedar slogan. The true real live politics.
Ketika Lincoln masuk sebagai nominasi presiden dari Partai Republik, para pesaingnya adalah orang-orang beken. Mereka adalah Senator New York

- Image via Wikipedia
William H. Seward, Gubernur Ohio Salmon P. Chase, dan negarawan senior Missouri Edward Bates. Mereka semua adalah sarjana hukum kawakan dan dikenal sebagai orang-orang brilian, orator ulung, dan saling bersaing secara politik. Mereka adalah dari golongan ‘outliers’.
Ketika Lincoln memenangkan proses nominasi kandidat presiden, para pesaingnya merasa bahwa warga republik telah memilih calon yang salah. Beberapa tokoh partai menilai bahwa Lincoln tidak sebanding dengan tiga kandidat ‘pinter’ lainnya. Mereka terima Lincoln sebagai kandidat presiden, walaupun dengan penuh kesedihan. Lincoln hanyalah pemain politik lokal. Tapi, seperti pepatah kita, nasi telah jadi bubur. Tinggal dikecapin saja, tambah suir ayam, dan ‘dipurulukan’ bawang. Insya Allah bubur itu lebih enak ketimbang nasi biasa.
Pada proses berikutnya, Lincoln akhirnya memenangkan pemilu presiden,

- Image via Wikipedia
dan jadilah dia Presiden Amerika tahun 1861. Di sinilah nampak kejeniusan politik Lincoln, yakni dengan mengundang pesaing utama tersebut masuk ke dalam keluarga politiknya. Senator Seward menjadi Menlu (Secretary of State), Gubenur Chase menjadi Secretary of the Treasury (Mentri Keuangan), dan tokoh Bates menjadi Jaksa Agung (attorney general). Mereka semua dikenal lebih pinter, lebih terkenal, dan lebih berpengalaman ketimbang Lincoln. Tetapi Lincoln, lebih piawai dan ‘lebih baik’.
Di dalam kepemimpinan Lincoln, mereka menjadi ‘The Team of Rivals’ yang kompak. Seward yang tadinya kesel sama Lincoln lalu memuji kejeniusan ini dan akhirnya menjadi sahabat Lincoln dan pembantu utama dalam administrasi kepresidenan. Begitu juga Bates yang salut kepada Lincoln sebagai pemimpin tiada tara. Begitu juga Chase, orang ambisius ini menyadari bahwa Lincoln adalah pemimpin jauh di atas kelasnya.
Mereka dan bersama-sama anggota kebinet lainnya telah merubah Amerika dari gelap menjadi terang. Inilah yang menginspirasi Obama. Ketika Obama ditanya, buku apa yang tidak pernah terlupakan. Jawabannya spontan: Team of Rivals. Buku ini adalah sejarah kejeniusan Lincoln.
Akankah hal itu diikuti oleh SBY? Saya pikir bisa saja. Tetapi sudah barang tentu, para pesaing yang diminta Lincoln ikut membantu itu bukanlah tipe orang yang merengek-rengek minta jabatan. Pak tolong dong pak, partaiku dikasih jatah. Apalagi kalau ‘Pak tolong dong saya diangkat’. Di sana hal itu tidak terjadi.
Kalau kata Kabayan: “Euweuh wee”.
- 1 comment • Artikel
- Tagged as: Abraham Lincoln • Barack Obama • History • outliers • Presidents • United States
- Share on Twitter, Facebook, Delicious, Digg, Reddit

1 Comment
Pingback: Premier Business Leadership Series (26)